Workshop Wayang Masuk Sekolah: Reaktualisasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Masa Kini
Sukoharjo, 15 Juni 2026 – SMA Veteran 1 Sukoharjo bekerja sama dengan Sanggar Dhemes menyelenggarakan Workshop Wayang Masuk Sekolah dengan mengusung tema “Reaktualisasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Masa Kini”. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pelestarian budaya bangsa.
Bertempat di SMA Veteran 1 Sukoharjo, workshop ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang seni dan budaya, yaitu Ki Wiji Santoso, pimpinan Sanggar Dhemes, serta Ki Pitutur Tustho G., S.Sn., M.Sn., dosen Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kegiatan dipandu oleh Mutiara Dewi F., S.Sn, M.Sn., dosen Etnomusikologi ISI Surakarta, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan inspiratif.
Di tengah arus perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh budaya global, sekolah memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian yang kuat. Melalui workshop ini, SMA Veteran 1 Sukoharjo berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai budaya, serta pembentukan sikap dan perilaku yang berlandaskan pada kearifan lokal.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa wayang bukan sekadar seni pertunjukan tradisional, melainkan media pendidikan yang kaya akan nilai-nilai kehidupan. Berbagai tokoh dan cerita dalam pewayangan mengajarkan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, keteguhan hati, serta penghormatan kepada sesama.
Lebih dari itu, wayang juga menjadi sarana pembelajaran tentang tata krama dan adab. Nilai-nilai unggah-ungguh, sopan santun, penghormatan kepada orang tua dan guru, kemampuan menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan tercermin dalam berbagai lakon pewayangan.
Melalui tema “Reaktualisasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Masa Kini”, para peserta diajak untuk memahami bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam wayang tetap relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga melalui keteladanan dan pemahaman terhadap warisan budaya bangsa.
Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Ibu Koyem, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki jati diri yang kuat.
"Wayang mengandung banyak nilai kehidupan yang sangat relevan dengan tantangan generasi saat ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang beradab, menghargai budaya, serta memiliki tata krama yang baik. Kami berharap siswa dapat mengambil nilai-nilai luhur dari pewayangan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ungkap beliau.
Workshop ini semakin semarak dengan penampilan para dhalang muda berbakat, yaitu Ki Ferly, Ni Sadu Pramesi, dan Ki Juvanda, alumni SMA Veteran 1 Sukoharjo. Kehadiran para generasi muda pelestari budaya tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang dan daya tarik di kalangan generasi muda.
Pertunjukan wayang menjadi semakin istimewa karena berkolaborasi dengan ekstrakurikuler karawitan SMA Veteran 1 Sukoharjo, Vetsa Laya Swara. Kolaborasi ini menghadirkan harmoni antara seni pedalangan dan karawitan, sekaligus menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan bakat serta kecintaan mereka terhadap seni tradisional.
Penampilan para anggota Vetsa Laya Swara tidak hanya memperkuat nuansa pertunjukan, tetapi juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui partisipasi aktif generasi muda di lingkungan sekolah. Sinergi antara para dhalang muda dan siswa anggota ekstrakurikuler karawitan menjadi wujud nyata upaya SMA Veteran 1 Sukoharjo dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.
Penampilan Ki Juvanda secara khusus menjadi inspirasi bagi para peserta. Sebagai alumni SMA Veteran 1 Sukoharjo, kiprahnya dalam dunia pewayangan menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan pendidikan.
Melalui kerja sama antara SMA Veteran 1 Sukoharjo dan Sanggar Dhemes, kegiatan Wayang Masuk Sekolah diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Dengan memahami dan menghayati nilai-nilai luhur dalam pewayangan, peserta didik diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, santun, dan bangga terhadap budaya Indonesia.
Melestarikan wayang, menguatkan karakter, membangun generasi berbudaya.
